Sabtu, 20 September 2014

Hubungan Ilmu Itu Perlu Jangan Diremehkan


Inspirasi gambar bisa datang kapan saja dan dimana saja, memang tergantung mood, ia sangat benar sangat betul. Beda halnya dengan pemikiran negara ia datang di saat kita berpikir untuk berpikir, tidak asal atau sembarang berpikir, karena yang kita pikirkan bukan inspirasi melainkan menganalisa dan bukan sekedar imajinasi lagi melainkan kenyataan.
Tidak baik menganggap remeh suatu hal yang tidak ada landasan teori darimana di dapatkan hal tersebut. Memang sangat memang, daya khayal itu tergantung situasi hati, tetapi jangan anggap bahwa daya pikir tidak membutuhkan hati, melainkan daya pikir membutuhkan tekad dalam berpikir, untuk bisa menyelesaikan suatu masalah.
Tidak di pungkiri juga bahwa berpikir untuk lingkup lembaga, organisasi tidak memerlukan refreshing, ini juga menjadi hal yang sepele, tapi setiap orang membutuhkan refreshing, relaksasi diri, tidak hanya dunia berimajinatif, dan berdaya khayal tinggi yang membutuhkan semua itu.
Tak kalah penting dalam imajinatif memerlukan banyak waktu, tidak boleh di ganggu, harus berpikir jernih dan tenang. Jangan salah, semua ilmu itu jika saat berpikir memerlukan pemikiran yang jernih, tidak hanya manusia yang berjiwa seni. Seorang calon legislatif saja pada saat akan mempromosikan dirinya, membutuhkan dana yang cukup besar, hanya untuk menghadiri orang terkenal (artis misal), sebagai hiburan untuk masyarakat, itu contoh bahwa di dunia kenegaraan juga ada setidaknya hanya beberapa persen membutuhkan hiburan.
Lain halnya dengan ilmu pendidikan, jangan anggap remeh, karena dunia pendidikan semakin hari di negara kita ini bukan semakin membaik melainkan semakin memburuk. Apa yang terjadi? Banyak orang yang memilih negeri lain sebagai pencarian ilmu mereka. Padahal sebetulnya kinerja dalam pendidikan itu sudah ada, hanya saja itu tadi dari awal saling membanggakan profesinya masing-masing. Padahal jika dipikir secara logis, manusia tanpa bantuan orang lain di analogikan seperti benang tanpa jarum. Maksudnya apa? Jarum tajam, ia dapat di pergunakan menjahit bila ada benang yang mengaitkannya, sedangkan jika jarum berdiri sendiri ia akan menusuk apa-apa yang ada di sekitarnya, karena ia merasa paling bisa, paling bermanfaat, tapi apa? jarum itu jika tidak ada benang, ia digunakan untuk hal-hal negatif dan gunanya merusak.
Tentu sama, seperti hubungan ilmu itu perlu, jangan di anggap remeh dari ilmu satu dengan ilmu lainnya, ini masalah sepele yang terkadang orang awam susah dalam mengartikannya, karena mereka mementingkan dirinya sendiri dan bisa juga ia mementingkan keluarganya, tidak mementingkan orang lain di sekitarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar