Inspirasi
gambar bisa datang kapan saja dan dimana saja, memang tergantung mood, ia
sangat benar sangat betul. Beda halnya dengan pemikiran negara ia datang di
saat kita berpikir untuk berpikir, tidak asal atau sembarang berpikir, karena
yang kita pikirkan bukan inspirasi melainkan menganalisa dan bukan sekedar imajinasi
lagi melainkan kenyataan.
Tidak
baik menganggap remeh suatu hal yang tidak ada landasan teori darimana di
dapatkan hal tersebut. Memang sangat memang, daya khayal itu tergantung situasi
hati, tetapi jangan anggap bahwa daya pikir tidak membutuhkan hati, melainkan
daya pikir membutuhkan tekad dalam berpikir, untuk bisa menyelesaikan suatu
masalah.
Tidak
di pungkiri juga bahwa berpikir untuk lingkup lembaga, organisasi tidak
memerlukan refreshing, ini juga menjadi hal yang sepele, tapi setiap orang
membutuhkan refreshing, relaksasi diri, tidak hanya dunia berimajinatif, dan
berdaya khayal tinggi yang membutuhkan semua itu.
Tak
kalah penting dalam imajinatif memerlukan banyak waktu, tidak boleh di ganggu,
harus berpikir jernih dan tenang. Jangan salah, semua ilmu itu jika saat
berpikir memerlukan pemikiran yang jernih, tidak hanya manusia yang berjiwa
seni. Seorang calon legislatif saja pada saat akan mempromosikan dirinya,
membutuhkan dana yang cukup besar, hanya untuk menghadiri orang terkenal (artis
misal), sebagai hiburan untuk masyarakat, itu contoh bahwa di dunia kenegaraan
juga ada setidaknya hanya beberapa persen membutuhkan hiburan.
Lain
halnya dengan ilmu pendidikan, jangan anggap remeh, karena dunia pendidikan
semakin hari di negara kita ini bukan semakin membaik melainkan semakin
memburuk. Apa yang terjadi? Banyak orang yang memilih negeri lain sebagai
pencarian ilmu mereka. Padahal sebetulnya kinerja dalam pendidikan itu sudah
ada, hanya saja itu tadi dari awal saling membanggakan profesinya
masing-masing. Padahal jika dipikir secara logis, manusia tanpa bantuan orang
lain di analogikan seperti benang tanpa jarum. Maksudnya apa? Jarum tajam, ia
dapat di pergunakan menjahit bila ada benang yang mengaitkannya, sedangkan jika
jarum berdiri sendiri ia akan menusuk apa-apa yang ada di sekitarnya, karena ia
merasa paling bisa, paling bermanfaat, tapi apa? jarum itu jika tidak ada
benang, ia digunakan untuk hal-hal negatif dan gunanya merusak.
Tentu
sama, seperti hubungan ilmu itu perlu, jangan di anggap remeh dari ilmu satu
dengan ilmu lainnya, ini masalah sepele yang terkadang orang awam susah dalam
mengartikannya, karena mereka mementingkan dirinya sendiri dan bisa juga ia
mementingkan keluarganya, tidak mementingkan orang lain di sekitarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar