Desir angin
menghiasi kalbu dimalam yang dingin sedingin kata-kata hatimu yang tak
tersampaikan di relung hatiku dan dalam dekapanku. Sesaat seiring waktu
fatamorgana yang melalui sudut-sudut cahaya di gelapnya malam yang kelam,
seakan tak ada lagi kata yang dapat ku
ucapkan lewat sebuah untaian kata yang berharap menjadi sebuah impian nyata
yang ingin ku lontarkan hanya untuk engkau pangeran malam yang tampan.
Memberikan
sebuah arti kehidupan yang semu, seakan-akan menyinari kalbu yang tak ada
maknanya saat ini, merasa gagal dalam keterpurukan nyanyian sendu di malam
kalbu. Memberi arti isi dari sebuah makna yang tak jelas, seperti benang-benang
kotor yang di berikan hanya untuk menjadikan seseorang merasakan bahagia untuk
sesaat. Dalam dinginnya kali ini, ada rasa yang tak tersampaikan oleh dekapan
angin yang tak sejuk.
Daun
berguguran menerka wajah yang tak lama menyimpan malu dan luka. Terpendam oleh
sebuah untaian kata yang tidak akan terucapkan dikemudian hari. Hingga
saatnyapun tiba tak ada lagi kata-kata manis dan indah yang menyerupai waktu
dimana secara ketidaksengajaan akan terulang kembali, ntah kapan itu. Yang
jelas disaat bulan dan pelangi bersatu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar